Safe and SecureUpdate News

Mengapa Mobil Listrik Bisa Terbakar? Belajar dari Kasus Gelora E di Tol JORR

Insiden terbakarnya mobil listrik DFSK Gelora E di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) menjadi pengingat pentingnya memahami penyebab kebakaran kendaraan listrik serta langkah pencegahannya.

Kebakaran mobil listrik DFSK Gelora E yang terjadi di ruas Tol JORR Jakarta pada pertengahan Januari 2026 menyita perhatian publik dan memicu kembali diskusi soal aspek keselamatan kendaraan listrik di Indonesia. Dalam peristiwa tersebut, mobil dilaporkan mengeluarkan asap sebelum api membesar, meski beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Pihak pabrikan menyebutkan indikasi awal mengarah pada gangguan sistem kelistrikan dan masih melakukan investigasi lebih lanjut.

Secara teknis, mobil listrik memang memiliki karakteristik berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar fosil. Energi utama kendaraan listrik disimpan dalam baterai lithium-ion bertegangan tinggi yang dirancang sangat rapat dan efisien. Namun, ketika terjadi gangguan seperti korsleting, kerusakan sel baterai, atau panas berlebih yang tidak terkontrol, energi besar tersebut dapat memicu kebakaran. Fenomena yang dikenal sebagai thermal runaway membuat api pada baterai sulit dipadamkan dan bisa muncul kembali meski terlihat sudah padam.

Selain faktor baterai, sistem kelistrikan mobil listrik yang kompleks juga menjadi titik krusial. Kabel bertegangan tinggi, inverter, dan modul kontrol elektronik harus bekerja presisi. Gangguan kecil, baik akibat usia komponen, pemasangan yang tidak sempurna, maupun kualitas suku cadang yang tidak sesuai standar, berpotensi menimbulkan percikan listrik yang memicu api. Dalam beberapa kasus, modifikasi kelistrikan di luar rekomendasi pabrikan turut meningkatkan risiko tersebut.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kebakaran mobil listrik bukanlah kejadian yang terjadi tanpa sebab dan bukan pula berarti kendaraan listrik lebih berbahaya dibanding mobil konvensional. Data global menunjukkan, risiko kebakaran bisa ditekan secara signifikan apabila kendaraan dirawat sesuai prosedur. Pemeriksaan rutin di bengkel resmi, penggunaan perangkat pengisian daya standar, serta pembaruan perangkat lunak kendaraan menjadi faktor penting dalam menjaga sistem tetap aman.

Read More  Astra Ekspor Perdana Ikan Mas Sinyonya ke Vietnam, Dorong Ekonomi Desa

Pengemudi juga diimbau lebih peka terhadap tanda-tanda awal gangguan, seperti munculnya bau terbakar, peringatan suhu baterai, atau pesan kesalahan pada panel instrumen. Jika gejala tersebut muncul, kendaraan sebaiknya segera dihentikan di tempat aman dan tidak dipaksakan untuk terus digunakan. Parkir di area terbuka dengan ventilasi baik juga dianjurkan untuk mengurangi risiko jika terjadi peningkatan suhu ekstrem.

Kasus terbakarnya DFSK Gelora E di Tol JORR pada akhirnya menjadi pelajaran penting bahwa transisi menuju kendaraan listrik harus dibarengi dengan pemahaman teknologi, disiplin perawatan, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Dengan langkah pencegahan yang tepat, mobil listrik tetap menjadi solusi transportasi masa depan yang efisien, ramah lingkungan, dan aman digunakan masyarakat luas.

Back to top button